Jelaskan Metode Pengukuran Dan Pengambilan Data Pengukuran?
Metode Pengukuran
Untuk sanggup menghasilkan kualitas pengukuran yang benar, pada pengukuran benda kerja tidak sanggup dilakukan dengan satu cara pengukuran, hal ini dikarenakan beragamnya bentuk benda kerja. Untuk memperoleh hasil pengukuran yang baik dikenal empat metode pengukuran dalam Metrologi Industri, yaitu :
Pengambilan data yaitu penggalan dari proses pengukuran yang menuntut ketelitian atau kesaksamaan yang tinggi, lantaran aktivitas ini selalu dibayangi oleh kemungkinan sulitnya pengulangan proses pengukuran jikalau data yang sudah diperoleh mengalami kekeliruan. Kesulitan pengambilan data ulang antara lain disebabkan oleh sudah berlalunya obyek pangukuran ke pos pengerjaan berikutnya, sehingga menyulitkan pelacakan, dan berubahnya karakteristik elemen pengukuran terhadap waktu, contohnya perubahan suhu atau perubahan karakteristik alat ukur yang akan mengakibatkan berubahnya nilai ukur. Oleh lantaran itu, proses pengambilan data sebaiknya dilakukan hanya pada satu kesempatan hingga tuntas dan tanpa kekeliruan.
Dalam proses pengambilan data terdapat lima elemen yang terlibat yaitu; Obyek ukur, Standar ukur, Ukur, Operator pengukuran, Lingkungan. Proses pengukuran tidak sanggup berlangsung dengan baik bila salah satu dari keempat elemen yang pertama tidak ada. Faktor lingkungan selalu hadir pada setiap situasi. Kelima elemen perlu dipahami semoga kesalahan yang ditimbulkan oleh setiap elemen sanggup dipelajari. Proses pengukuran dilakukan si operator dengan membandingkan benda ukur (obyek) dengan alat ukur (standar) yang sudah diketahui nilai ukurnya (kalibrasi) dengan sarana ruang dan alat bantu ukur yang memenuhi persyaratannya.
a. Obyek Ukur,
Obyek ukur yaitu komponen sistem pengukuran yang harus dicari karakteristik dimensionalnya, misal panjang, jarak, diameter, sudut, kekasaran permukaan dst, semoga hasil ukurnya memperlihatkan nilai yang aktual, maka sebelum proses pengukuran dilakukan, obyek ukur harus dibersihkan dahulu dari debu, minyak atau
bahan lain yang menutup atau mengganggu permukaan yang akan diukur.
b. Standar Ukur
Standar ukur yaitu komponen sistem pengukuran yang dijadikan teladan fisik pada proses pengukuran. Bagi pengukuran dimensional standar satuan ukuran yaitu standar panjang dan turunannya. Dalam proses pengukuran yang baik menuntut standar ukur yang mempunyai akurasi yang memadai dan bisa telusur ke standar nasional/internasional.
c. Alat Ukur,
Alat ukur atau instrumen yaitu komponen sistem pengukuran yang berfungsi sebagai sarana pembanding antara obyek ukur dan standar ukur, semoga nilai obyek ukur sanggup ditentukan secara kuantitatif dalam satuan standarnya. Ciri-ciri dari alat ukur yang baik yaitu yang mempunyai kemampuan ulang yang ketat, kepekaan yang tinggi, histerisis yang kecil dan linieritas yang memadai.
d. Operator pengukur
Operator pengukur yaitu orang yang menjalankan kiprah pengukuran dimenisonal baik secara keseluruhan maupun penggalan demi bagian. Seorang operator hendaknya dibekali dengan; kemampuan membaca gambar kerja, pengetahuan wacana sistem toleransi, kemampuan menjalankan alat/mesin ukur, pengetahuan wacana statistika pengukuran dan teori ketidakpastian. Tugas ini terdiri dari pos pekerjaan, diantaranya;
1) Pemeriksaan obyek ukur (dan gambar kerja),
2) Pemilihan alat-alat ukur (dan standar ukur),
3) Persiapan pengukuran (penjamin kebersihan, penyusunan sistem ukur, pemeliharaan kondisi lingkungan dan lain-lain).
4) Perhitungan analisis kesalahan pengukuran dan pembuatan interprestasi ketidakpastian pengukuran
5) Penyajian hasil pengukuran (dalam bentuk laporan pengukuran).
e. Lingkungan
Proses pengukuran sanggup dilakukan dimana saja: diruang terbuka maupun diruang ysng terkondisi. Pada ruang terkondisi khususnya pengukuran dimensional tentunya akan menjamin hasil ukur lebih akurat,dengan persyaratan yang dipersyaratkan bagi sebuah ruang untuk keperluan pengukuran/kalibrasi dimensional yaitu suhu 200C dan kelembaban relatif 50 %. Sumber http://kumpulantugasekol.blogspot.com
Untuk sanggup menghasilkan kualitas pengukuran yang benar, pada pengukuran benda kerja tidak sanggup dilakukan dengan satu cara pengukuran, hal ini dikarenakan beragamnya bentuk benda kerja. Untuk memperoleh hasil pengukuran yang baik dikenal empat metode pengukuran dalam Metrologi Industri, yaitu :
- Pengukuran Langsung, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan memakai alat ukur eksklusif dimana hasil pengukuran sanggup diperoleh secara langsung.
- Pengukuran Tak Langsung, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan memakai alat ukur pembanding dan alat ukur standar, dimana hasil pengukuran tidak sanggup diperoleh secara langsung.
- Pengukuran dengan Kaliber Batas, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah dimensi suatu produk berada di dalam atau diluar tempat toleransi produk tersebut
- Membandingkan dengan Bentuk Standar, yaitu pengukuran yang dilakukan dengan cara membandingkan bentuk produk dengan bentuk standar dari produk tersebut. Pengukuran ini dilakukan dengan memakai profil proyektor.
Pengambilan data yaitu penggalan dari proses pengukuran yang menuntut ketelitian atau kesaksamaan yang tinggi, lantaran aktivitas ini selalu dibayangi oleh kemungkinan sulitnya pengulangan proses pengukuran jikalau data yang sudah diperoleh mengalami kekeliruan. Kesulitan pengambilan data ulang antara lain disebabkan oleh sudah berlalunya obyek pangukuran ke pos pengerjaan berikutnya, sehingga menyulitkan pelacakan, dan berubahnya karakteristik elemen pengukuran terhadap waktu, contohnya perubahan suhu atau perubahan karakteristik alat ukur yang akan mengakibatkan berubahnya nilai ukur. Oleh lantaran itu, proses pengambilan data sebaiknya dilakukan hanya pada satu kesempatan hingga tuntas dan tanpa kekeliruan.
Dalam proses pengambilan data terdapat lima elemen yang terlibat yaitu; Obyek ukur, Standar ukur, Ukur, Operator pengukuran, Lingkungan. Proses pengukuran tidak sanggup berlangsung dengan baik bila salah satu dari keempat elemen yang pertama tidak ada. Faktor lingkungan selalu hadir pada setiap situasi. Kelima elemen perlu dipahami semoga kesalahan yang ditimbulkan oleh setiap elemen sanggup dipelajari. Proses pengukuran dilakukan si operator dengan membandingkan benda ukur (obyek) dengan alat ukur (standar) yang sudah diketahui nilai ukurnya (kalibrasi) dengan sarana ruang dan alat bantu ukur yang memenuhi persyaratannya.
a. Obyek Ukur,
Obyek ukur yaitu komponen sistem pengukuran yang harus dicari karakteristik dimensionalnya, misal panjang, jarak, diameter, sudut, kekasaran permukaan dst, semoga hasil ukurnya memperlihatkan nilai yang aktual, maka sebelum proses pengukuran dilakukan, obyek ukur harus dibersihkan dahulu dari debu, minyak atau
bahan lain yang menutup atau mengganggu permukaan yang akan diukur.
b. Standar Ukur
Standar ukur yaitu komponen sistem pengukuran yang dijadikan teladan fisik pada proses pengukuran. Bagi pengukuran dimensional standar satuan ukuran yaitu standar panjang dan turunannya. Dalam proses pengukuran yang baik menuntut standar ukur yang mempunyai akurasi yang memadai dan bisa telusur ke standar nasional/internasional.
c. Alat Ukur,
Alat ukur atau instrumen yaitu komponen sistem pengukuran yang berfungsi sebagai sarana pembanding antara obyek ukur dan standar ukur, semoga nilai obyek ukur sanggup ditentukan secara kuantitatif dalam satuan standarnya. Ciri-ciri dari alat ukur yang baik yaitu yang mempunyai kemampuan ulang yang ketat, kepekaan yang tinggi, histerisis yang kecil dan linieritas yang memadai.
d. Operator pengukur
Operator pengukur yaitu orang yang menjalankan kiprah pengukuran dimenisonal baik secara keseluruhan maupun penggalan demi bagian. Seorang operator hendaknya dibekali dengan; kemampuan membaca gambar kerja, pengetahuan wacana sistem toleransi, kemampuan menjalankan alat/mesin ukur, pengetahuan wacana statistika pengukuran dan teori ketidakpastian. Tugas ini terdiri dari pos pekerjaan, diantaranya;
1) Pemeriksaan obyek ukur (dan gambar kerja),
2) Pemilihan alat-alat ukur (dan standar ukur),
3) Persiapan pengukuran (penjamin kebersihan, penyusunan sistem ukur, pemeliharaan kondisi lingkungan dan lain-lain).
4) Perhitungan analisis kesalahan pengukuran dan pembuatan interprestasi ketidakpastian pengukuran
5) Penyajian hasil pengukuran (dalam bentuk laporan pengukuran).
e. Lingkungan
Proses pengukuran sanggup dilakukan dimana saja: diruang terbuka maupun diruang ysng terkondisi. Pada ruang terkondisi khususnya pengukuran dimensional tentunya akan menjamin hasil ukur lebih akurat,dengan persyaratan yang dipersyaratkan bagi sebuah ruang untuk keperluan pengukuran/kalibrasi dimensional yaitu suhu 200C dan kelembaban relatif 50 %. Sumber http://kumpulantugasekol.blogspot.com
0 Response to "Jelaskan Metode Pengukuran Dan Pengambilan Data Pengukuran?"
Posting Komentar