iklan

√ Ideologi-Ideologi Punk Di Indonesia


 yang sialnya tidak kelihatan Punk sama sekali dalam segi penampilan maka salah satu tangg √ Ideologi-Ideologi Punk Di Indonesia




Berhubung aku seorang Punker yang sialnya tidak kelihatan Punk sama sekali dalam segi penampilan maka salah satu tanggung jawab aku kali ini yaitu menulis sedikit ideologi Punk yang banyak beredar di Indonesia, sehingga dibutuhkan para Punkers sanggup memahami Punk lebih dalam lagi.





Punk bukanlah sekedar musik tapi lebih kepada sebuah gerakan anak muda (youth movement) yang memposisikan dirinya sebagai counter terhadap kemapanan yang salah satunya disalurkan ke dalam genre bermusik. Berbeda dengan genre Metal yang lebih cenderung kepada “kegelapan” dan “kematian”, Punk mempunyai unsur ideologi yang lebih “duniawi”, “real” dan “rumit”.





Berikut ini yaitu ideologi-ideologi yang lahir bersamaan dengan maraknya musik Punk di tanah air, antara lain;





Politik





Ideologi politik yang sering diasosiasikan dengan punk yaitu anarkisme. Nggak salah kalau Sex Pistols menyayikan “Anarchy in UK”. Banyak aktivis-aktivis punk yang terlibat dalam ideologi politik ini. Kemudian, jikalau sebuah grup musik membantah dirinya berideologi politik bekerjsama mereka justru menjadi bab dari ideologi politik lantaran setidaknya mereka niscaya tidak puas dengan kebijakan pemerintahannya. Ketika punk bertujuan untuk memperjuangkan ideologinya, kita sanggup menyebut mereka dengan Progresive. Punk di Indonesia banyak yang beraliran kiri atau kanan.





Kemapanan (Conformity)





Kemapanan dan ketidakmapanan membuat salah satu kesalahpahaman terbesar dalam ideologi Punk. Sebenarnya kasus utama di balik gerakan punk yaitu kebebasan berpikir. Dalam politik, hal ini membuat sekumpulan free thinker yang menganjurkan anarki.





Dalam musik, free thinker menghasilkan suatu sound atau genre baru dan unik. Kemapanan bagi punk dipandang sebagai ancaman sosial lantaran berpotensi untuk membatasi kebebasan berpikir, yang mana mencegah orang-orang untuk melihat sesuatu yang benar di masyarakat dan sebaliknya memaksa mereka untuk menuruti kehendak mereka yang disebut penguasa.





Anti kemapanan yaitu hasil dari punk. Bagaimanapun, seseorang yang berpenampilan menyerupai seorang punk dan mendengarkan musik punk mungkin sanggup dikatakan sebagai bab dari gerakan punk, tapi mereka bekerjsama bukan punk yang sebenarnya, lantaran punk yaitu sebuah “state of mind





Selling Out (Jual Diri)





Selling Out atau menjual habis atau berkhianat merupakan salah satu permasalahan yang hingga kini masih menjadi dilema dalam gerakan punk. Pada umumnya, selling out berkaitan dengan penolakan seseorang atau kelompok di dalam suatu komunitas punk lantaran mereka telah keluar dari akar ideologi punk yang sebenarnya. Hal tersebut sanggup terjadi lantaran perubahan status, kekuasaan atau kekayaan.





Karena punk menganut anti-establisment sebagai salah satu bab penting dari ideologi punk, sebuah jaringan label musik independen sangat besar berperan dalam mendistribusikan musik punk.





Bagi sebagian komunitas punk, cara tersebut dirasa terlalu lambat untuk berkembang dan tidak akan membuat perubahan yang berarti dalam kreativitas bermusik sehingga mereka melanggarnya dengan bergabung dengan major label. Bagi komunitas lainnya, hal tersebut tidak sanggup dibenarkan. Salah satu misalnya mungkin yaitu Superman Is Dead yang serta merta bergabung dengan Sony Music Indonesia.





Agama





Mungkin di Indonesia ideologi beragama bukan menjadi salah satu kasus yang besar lantaran memang mereka hidup di negara yang beragama. Namun di dunia barat, kebanyakan punk diidentikan dengan kebebasan beragama. Oleh alasannya itu sebagian besar banyak menganut agama alternatif menyerupai Buddha dan Tao atau yang lainnya dan tidak sedikit yang agnostik atau atheist.





Kemudian lahir juga counter dari establishment tersebut yaitu Christian Punk. Di sini tentu saja kita tidak sanggup menyebutnya dengan Punk Muslim, tapi lebih tepatnya Punk Straight Edge (aliran punk yang bertujuan hening dan hidup bersih).





Do It Yourself (DIY)





Di final tahun 1970an, gerakan punk bergerak di lingkungan yang dikontrol oleh mereka yang berideologi berlawanan dengan punk. Karena ini bertabrakan dengan gerakan kebebasan, orang-orang dalam punk scene mulai membuat perusahaan rekaman sendiri, mengatur konser sendiri dan membuat alat media sendiri. Kemudian hal-hal ini dikenal dengan gerakan DIY. Mottonya yang populer yaitu “Don’t hate the media, become the media“.





Sebenarnya masih banyak lagi ideologi yang berkembang, namun kelima ideologi diatas cukup mewakili gerakan ideologi punk di Indonesia.





Think Different.



Sumber https://dionbarus.comm

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "√ Ideologi-Ideologi Punk Di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel