iklan

√ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur Yang Ada Di Perairan Indonesia

Tahu gak sih, kalau ubur-ubur itu telah ada selama jutaan tahun? Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi lho. Ubur-ubur ialah binatang invertebrate atau binatang yang tidak mempunyai tulang belakang. Eits.. bukan hanya tulang belakang, tetapi ubur-ubur tidak mempunyai tulang sama sekali.


Ubur-ubur merupakan binatang bahari yang tidak mempunyai sebagian besar fitur yang biasa dijumpai pada binatang lain. Mereka tidak mempunyai mata, gigi, cakar atau taring. Lalu, bagaimana cara mereka bertahan hidup? Ubur-ubur mempunyai sistem saraf untuk mengetahui keadaan lingkungan di sekitarnya, tetapi tidak mempunyai otak.


Hewan ini sanggup ditemukan di semua samudra dan lautan yang ada di dunia. Mereka sanggup hidup di bahari tropis yang hangat, juga di perairan yang sangat hirau taacuh bersahabat kutub utara dan selatan. Ubur-ubur ini sanggup berenang menuju permukaan air yang terdapat banyak masakan lho.


Penasaran ingin tahu lebih banyak soal ubur-ubur? Yuk, kenalan lebih bersahabat dengan mengetahui beberapa jenis ubur-ubur yang terlihat di sekitar perairan Indonesia!


1. Golden Jellyfish/ Ubur-ubur Emas


 Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi  √ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia


Nah, kalau ubur-ubur jenis ini hidup di danau air asin lho, ternyata tidak semua ubur-ubur hidup di laut. Ada tiga destinasi di Indonesia yang mempunyai ubur-ubur tak menyengat yakni, Danau Misool Raja Ampat, Papua barat; Danau Kakaban, Kalimantan Timur; dan Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah.


Danau ini penuh dengan ubur-ubur yang terisolasi dari bahari begitu lama, sehingga mereka benar-benar kehilangan sengatannya. Mereka menghabiskan sebagian besar hari mereka bermigrasi harian bolak-balik melintasi danau, dengan secara aktif menavigasi lingkungan mereka.


Memiliki nama ilmiah Mastigias papua etpisoni, ubur-ubur ini berbentuk menyerupai kubah berwarna emas atau putih kecoklatan begitu pula dengan tentakelnya. Dan, ubur-ubur kecil ini berkumpul dalam jumlah besar.


2. Moon Jellyfish/Aurelia Aurita


 Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi  √ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia


Selain dua nama di atas ubur-ubur ini masih mempunyai nama lain lho, menyerupai ubur-ubur bulan, Saucer Jelly atau Common Jelly. Diberi banyak nama alasannya ubur-ubur Moon Jellyfish sangat mencolok dengan kecantikan yang dimilikinya. Ubur-ubur ini tampak tembus pandang dengan ukuran 25-40 cm dan mempunyai pengaruh sengatan ringan.


Merupakan ubur-ubur tercantik dengan gerakan berdenyutnya, bahu-membahu mereka hanya bisa bergerak terbatas, dan gampang hanyut dikala berenang. Ubur-ubur ini mati sehabis bereproduksi selama beberapa bulan, alasannya itulah mereka termasuk ubur-ubur berumur pendek.


3. Upside-down Jellyfish/Ubur-ubur terbalik


 Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi  √ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia


Cassiopea andromeda atau ubur-ubur terbalik mendapat namanya alasannya medusa mereka biasa hidup terbalik di pecahan bawah. Mereka ditemukan di tempat pantai yang lebih hangat di seluruh dunia. Tak hanya di laut, habitatnya juga ditemukan di rawa-rawa bakau dangkal, lumpur, bahkan terusan di Florida, Karibia, dan Mikronesia.


Ubur-ubur ini sanggup ditemukan berbaring di dasar danau yang dangkal untuk mendapat sinar matahari, termasuk Danau Kakaban, Kalimantan Timur. Tahu gak sih? Untuk mendapat makanan, mereka bersimbiosis dengan algae yang ditempatkan pada kakinya.


Nah, dikarenakan algae membutuhkan sinar matahari dan melaksanakan fotosintesis maka ubur-ubur pun berenang terbalik dengan kaki di atas untuk mendapat sinar matahari nih. Untuk ciri-ciri ubur-ubur ini memiliki sengatan ringan dan mungkin ada banyak individu dengan bermacam-macam warna putih, biru, hijau, dan coklat.


4. Jelly Blubber/Ubur-ubur Jelly


 Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi  √ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia


Ini ialah spesies ubur-ubur dari wilayah pesisir di Indo-Pasifik. Yang unik dari ubur-ubur ini ialah warnanya. Warnanya sendiri berasal dari pigmen yang diproduksi oleh ubur-ubur itu sendiri, bukan berasal dari algae simbiotik menyerupai pada beberapa ubur-ubur lainnya.


Memiliki sengat di tentakelnya yang sanggup menangkap krustasea kecil dan plankton lainnya. Sengatannya bisa menyakitkan, tetapi umumnya tidak mengakibatkan risiko serius bagi insan selain kulit merah dan gatal.


5. Chrysaora (Sea nettle)


 Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi  √ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia


Memiliki nama umum Sea nettle, nama genus Chrysaora terletak pada mitologi Yunani ‘Chrysaor’ yang berarti ‘dia yang mempunyai persenjataan emas’. Ada sekitar 14 spesies dari genus Chrysaora yang hidup tersebar di belahan Samudera.


Tubuh ubur-ubur ini berbentuk kubah dengan lebar sekitar 25 cm, dengan panjang tentakel kurus hingga 50 cm. Disebut juga Jelatang laut, mereka mempunyai sengat yang dilapisi racun. Hewan ini akan membunuh mangsa yang lebih kecil atau predator yang dirasa menyeramkan atau menakjubkan bagi mereka.


Pada manusia, kemungkinan besar akan mengakibatkan ruam yang tidak mematikan, namun rasa nyeri bisa bertahan hingga 20 menit lho. Beberapa kasus sengatan mempunyai pengaruh yang lebih parah, pengaruh sengatan sangat menyakitkan yang diikuti sensasi terbakar, jerawat dan merah pada pecahan yang tersengat.


6. The box Jellyfish/Ubur-ubur Kotak


 Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi  √ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia


Merupakan salah satu jenis ubur-ubur beracun, bahkan racun mereka cukup untuk menciptakan insan mengalami serangan jantung. Bisa juga mengakibatkan insan karam dalam keadaan syok sebelum sanggup mencapai pantai.


Bagi mereka yang pernah disengat dan mendapat perawatan, bekas luka yang menyakitkan sanggup terasa selama berminggu-minggu sehabis sengatan. Ubur-ubur ini mempunyai medusa berbentuk kotak dengan tiga tentakel yang menonjol dari setiap sudut. Jenis ubur-ubur ini hidup di Samudera Indo-Pasifik dan pesisir Australia utara.


7. Copula


 Bahkan sebelum dinosauurus hidup di Bumi  √ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur yang Ada di Perairan Indonesia


Copula sivickisi ialah genus monotype dari ubur-ubur kotak, spesies ubur-ubur yang sangat kecil dengan diameter sekitar 10 mm, berbentuk lonceng dengan empat tentakel yang aktif hanya pada malam hari. Makanya, tidak heran kalau ubur-ubur ini ialah salah satu binatang nokturnal yang bersembunyi pada siang hari.


Jenis ubur-ubur ini ditemukan di perairan hangat di Samudera Pasifik dan satu lokasi di Samudera Hindia sekitar pantai barat Sumatera. Oh iya, ubur-ubur ini mempunyai ganjal perekat di pecahan atas yang sanggup melindungi dirinya. Mereka lebih cenderung menentukan tempat di pecahan bawah karang atau batu.


Itu ia beberapa jenis atau spesies ubur-ubur yang terlihat di perairan Indonesia. Spesies ubur-ubur sendiri bahu-membahu ada sekitar 2000 spesies berbeda. Ubur-ubur memang dikenal dengan sengatnya yang menyakitkan. Sebagian besar memang dilengkapi dengan sel sengat yang disebut nematocyst pada tentakelnya


Nematocyst ini diaktifkan dikala ubur-ubur bersentuhan dengan mangsanya. Meskipun hampir semua ubur-ubur mempunyai sengat, hanya beberapa yang sengatnya mematikan bagi manusia. Sebaliknya, ada juga ubur-ubur yang sanggup disentuh dengan kondusif kok. Namun, tidak ada salahnya berhati-hati dan harus didahulukan untuk keselamatan, ya.


Jika kau tahu gosip lainnya ihwal ubur-ubur, silakan tuliskan di kolom komentar. Tapi, kalau kau masih ingin tau dengan masakan yang biasa dikonsumsi ubur-ubur, bisa baca artikel 10 Makanan Ubur-ubur ini, ya!



Sumber https://bacaterus.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "√ Inilah 7 Jenis Ubur-Ubur Yang Ada Di Perairan Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel