iklan

Solusi Mesin Motor Overheat (Indikator Temperatur Menyala)


Pernahkah anda mengalami pengalaman yang menyerupai saya alami, motor saya vixion indikator temperatur/suhu menyala ketika dijalan. yang pertama saya lakukan ketika indikator suhu hidup, saya berhenti sebentar di pinggir jalan, saya matikan mesin. sekitar 5 menit saya kontak on, indikator temperatur mau mati ketika mesin saya hidupkan. kalo indikator masih hidup ketika mesin dihidupkan maka tunggulah sebentar lagi. jangan ditekatin. dapat tambah parah nanti jadinya.

Pemeriksaan mesin dimulai.
  • Saya cek level air radiator (oke), liat juga kondisi air coolant, kalo emang udah usang dah nggak diganti , dikuras aja deh, soalnya juga ngefek. air coolant mengandung zat anti beku, itu berfungsi menaikan titik didih air, biasanya kalo air mineral mendidih di suhu 100 derajat celcius, nah kalo air coolant sekitar 110 derajat celcius, tergantung tingkat zat anti beku yang terkandung di coolant, ada juga yang 120 derajat titik didihnya.  
  • Kalo masih panas, atau lampu temperatur nyala diperjalanan, cek thermostatnya sodara-sodara, kalo pengen nggak bongkar thermostat dapat dicek pakai scanner. dengan cara pasang scanner sesudah itu posisikan hidangan disuhu, kemudian hidupkan mesin, sambil digas terus hingga mencapai suhu kerja maksimal, sekitar 80-90 derajat celcius, kalo thermostat sepakat temperatur air pendingin akan turun sekitar 7 derajat. Contoh kalo thermostat membuka pada suhu 80 derajat, maka suhu akan turun ke 73 derajat. jadi nggak perlu bongkar tutup thermostat. Bagi yang tidak punya scanner dapat investigasi dilakukan manual, dengan cara lepas thermostat di mesin, kemudian rebus dengan air, diatas kompor. perhatikan dengan secama, sebelum air mendidih, katup thermostat, akan bergerak membuka. bila nggak mau membuka, berarti thermostat rusak, saran saya ganti dengan yang baru.
  • Kalo masih panas, periksa kondisi kipas pendingin. hidup apa ndak, kalo mati, cek rellay kipas, kalo bagus, cek kabel dari ECU ke rellay. kalo nggak mau lagi, coba dilangsung terminal (+) dan (-) kipas ke accu, kalo mati ganti motor fan, kalo hidup, ganti ECU atau dibikin portabel nggak ngikut ke ECU, tapi pakai saklar sendiri, ribet juga kalo dibikin saklar , nggak main otomatis
  • kalo masih panas lagi, coba cek air radiator, kalo ndak ada kebocoran tapi air surut dapat disebabkan dari air terserap panas, dikarenakan silinder head motor memuai, atau perpak silinder cop rusak. dapat juga tutup radiator macet tidak mau nyedot air dari tandon. kalo dulu masalah saya air radiator tinggal dikit, saya pikir tutup radiatornya yang rudak, ternyata ada retakan diselang buang yang mengakibatkan kebocoran tekanan vakum radiator, harusnya vakum itu nyedot air dari tandon ke radiator pada suhu dimana air radiator berkurang, eh malah tekanannya terbuang sia-sia, jadi air diradiator habis, tapi di tandon masih penuh aja. 
  • Kalo semua oke, air radiator masih berkurang, bongkar thu silinder head, kemudian di slyp/perataan permukaan silinder head. di tukang bubut, agar hasil oke, ganti perpak silinder head yang baru,
Mungkin sekian dulu artikel ini, kalo ada kesalahan mohon dimaafkan, kalo ada salah ketik mohon dimaklumi. Bagi sodara-sodara yang ingin memesan scanner motor injeksi dapat menghubungi kontak saya
 SMS/WA/Call : 0857.2881.8122/0823.2629.4855
BBM               : 5FC72426

Klik suka pada fanspage dokter otomotif, kalo suka sama artikelnya ya brother.... Salam otomotif.....
Semoga bermanfaat

Sumber http://agungwibowo92.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Solusi Mesin Motor Overheat (Indikator Temperatur Menyala)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel